Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata ”Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Jikakamu berada di situasi ini dan selalu sulit mengontrol bibir kamu, maka mulailah dari sekarang untuk berubah. Beritahu juga kepada teman-teman kamu, begini caranya: 1. Kita harus berhenti menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut
DULU ada peribahasa 'mulutmu harimaumu'. Namun, di era digital seperti sekarang ini, peribahasa tersebut mungkin bermetamorfosa menjadi 'jarimu harimaumu'. Peribahasa ini ada benarnya mengingat banyak masyarakat yang terjerat masalah hukum karena cuitan yang tidak mengedepankan etika bersosial media. Media sebagai sarana untuk mengekspresikan uneg-uneg pengunanya, rambu-rambu kode etik acap kali diterobos sehingga apa yang dipublikasikan menjadi bumerang. Etika menjadi sebuah keniscayaan bagi pengguna media, terutama dalam mengekspresikan kegundahan. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus dipahami sebelum kita memublikasikan ide dan curahan hati kepada publik. Pertama, memahami terlebih dahulu apa yang akan dipublikasikan. Pemahaman ini tentunya meliputi kata-kata yang dipilih apakah dapat menyinggung orang lain atau menyangkut suku, agama, ras dan antargolongan SARA. Kedua, menggunakan kalimat yang santun, sopan dan elegan, serta tidak menyinggung orang lain. Kalimat yang santun akan memudahkan kita dalam menjalin interaksi dan pertemanan di media sosial. Sebaliknya, kalimat yang kasar dan tidak sopan hanya akan melahirkan kecemburuan dan kebencian dari orang lain. Ketiga, memahami situasi dan kondisi di mana kita tinggal. Lingkungan yang kita tinggal pastinya akan berbeda dengan lingkungan di mana kita dilahirkan. Budaya yang ada di daerah masing-masing memiliki perbedaan yang cukup mencolok, sehingga tidak jarang budaya dan kebiasaan di tempat asal tidak sesuai dengan lingkungan kita tinggal domisili. Dengan demikian adaptasi sangat diperlukan, baik dalam kehidupan maya dan kehidupan nyata. Aminuddin Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Home| Tentang Kami | SABDA Katalog. Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA) Ayat dan kata di Alkitab | Bahan-bahan di SABDA. Mencari di Alkitab. Contoh: Matius 1, Kej 1:1, 2 Tim 1:1-10 Yesus, Firman Tuhan. Pepatah "mulutmu harimaumu" mengajarkan kepada kita bahwa perkataan yang keluar dari mulut ini harus kita kendalikan. Jika
- Mulutmu, harimaumu. Peribahasa ini sering kali dianggap mempunyai konotasi negatif bahwa setiap kata yang kita lontarkan bisa menyakiti orang lain. Meski begitu, peribahasa ini juga punya makna bahwa setiap kata punya kekuatan yang sangat besar efeknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Efeknya bisa jadi buruk maupun kata-kata memiliki banyak manfaat. Meskipun terlihat remeh, ada banyak manfaat mendalam yang dapat diperoleh dengan kata-kata. Salah satunya adalah untuk menyembuhkan. Memilih kata-kata yang tepat dalam situasi cemas dapat menenangkan seseorang. Misalnya, dengan mengingatkan seseorang bahwa mereka dicintai, dihormati, dan dihargai. Kata-kata penyembuh dapat memurnikan dari pikiran-pikiran negatif dan membawa seseorang menjadi lebih penyembuhan dapat membawa kenyamanan dan menambah elemen positif pada lingkungan. Selain itu, juga dapat meningkatkan suasana hati seseorang yang berpengaruh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Baca juga Hati-hati Para Orangtua, 5 Kalimat Ini Bisa Runtuhkan Dunia Anak-anak Melansir Psychology Today, penelitian menunjukkan bahwa kekuatan kata-kata dapat mengubah hidup melalui proses-proses berikut Pelabelan Penelitian ilmu saraf telah menunjukkan adanya efek yang kuat kata-kata bagi otak kita. Misalnya, secara sadar mengenali dan memberi label pada emosi sedih, cemas, bingung dan mengurangi aktivitas amigdala. Dengan memberi kata-kata pada emosi yang dialami, seseorang menjauhkan diri dari reaktivitas limbik. Selain itu, juga mengaktifkan bagian-bagian otak yang berhubungan dengan bahasa dan makna. Menulis Psikolog James Pennebaker mengungkapkan bahwa penggunaan kata-kata dalam pengungkapan diri dapat membantu penyembuhan psikologis seseorang.
MULUTMUHARIMAUMU. HOP CHURCH 2 December 2017 Daily HOPe. Lukas 6:1-49 Lukas 2:1-52 (Ayat 11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu.. 27 Nov 2017. Berisi pelajaran karakter seorang hamba, pengetahuan Alkitab, keterampilan dalam berbagai aspek kehidupan, serta keterampilan dalam pelayanan yang mendasar.
Puji Astuti Official Writer Bicara mengenai perkataan, John Mason penulis buku "Pertanyaan Yang Tepat" menuliskan sesuatu yang sangat mencerahkan tentang hal ini. Dia menulis seperti iniBaru-baru ini saya melihat sebuah tulisan yang dipasang si bawah seekor ikan besar yang digantungkan pada sebuah dinding. Tulisan itu berbunyi "Kalau saja aku menjaga mulutku tetap tertutup, aku tidak akan berada disini." Benar sekali! Kalau Anda tidak ingin mendapat masalah, yang pertama harus dilakukan adalah menjaga mulut Anda. Apa yang kita katakana adalah hal penting. Komitmen kita setiap hari harusnya adalah,"Berikanlah padaku perkataan yang berguna dalam mulutku, dan ingatkanlah kalau aku sudah terlalu banyak banyak bicara." Jangan berbicara lebih banyak dari pada yang Anda ketahui. Pelatih lari sebuah SMU mendapat kesulitan dalam memotivasi timnya untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka dalam pertandingan. Tim itu dikenal sebagai tim yang selalu paling akhir sampai pada garis finish. Salah satu faktor penyebab kegagalan tim itu adalah kesalahan pelatih dalam memberikan kata-kata pendorong semangat. Kata-kata yang diucapkan pelatih itu kepada timnya hanyalah, "Pokoknya belok kiri saja dan cepat kembali." Ingatlah bahwa perkataan Anda bisa menyalakan api atau bahkan memadamkan keinginan. Dalam Ayub 625 mengatakan, "Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur!"Jadi jika hari ini Anda ingin menjaga langkah kehidupan Anda, ada lima hal yang harus Anda perhatikanPada siapa Anda bicara, tentang siapa Anda bicara, dan bagaimana, kapan serta dimana Anda bicara. Sumber Pertanyaan Yang Tepat; John Mason; Metanoia Halaman 1
Kiniwarganet menyebut ucapan Indra Kenz bak peribahasa 'mulutmu, harimaumu'. "Kemaren nantang Tuhan sekarang jadi tersangka, makanya jangan terlalu sombong jadi orang haduuu," cibir admin @tubirfess.Makassar - Ayat Alkitab tentang Paskah penting dipahami umat kristen untuk mengenang hari kemenangan Yesus Kristus. Berikut ini kumpulan Ayat-ayat Alkitab yang membahas tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus di hari Paskah adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah disalib. Kebangkitan-Nya berarti hidup kekal dan diperuntukkan bagi semua orang yang percaya menegaskan semua yang telah Yesus ajarkan dan khotbahkan selama tiga tahun pelayanan-Nya. Kebangkitan-Nya menjadi bukti bahwa Dia benar-benar Anak Allah dan telah mengalahkan kematian demi para umat-Nya. Hari Paskah tertulis dalam Alkitab yang membahas peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus kumpulan ayat Alkitab tentang Paskah yang dapat dibaca umat Kristen sebagai renungan yang dirangkum detikSulsel dari laman Alkitab Online1. I Korintus 1521Sebab kematian masuk ke dalam dunia dengan perantaraan satu orang, begitu juga hidup kembali dari kematian diberikan kepada manusia dengan perantaraan satu orang I Petrus 13Marilah kita bersyukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Ia sangat mengasihani kita, itu sebabnya Ia memberikan kepada kita hidup yang baru, dengan menghidupkan kembali Yesus Kristus dari kematian. Ini memberikan kita harapan yang Yohanes 1125-26"Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati," kata Yesus kepada Marta."Orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun ia sudah mati. Dan orang hidup yang percaya kepada-Ku, selama-lamanya tidak akan mati. Percayakah engkau akan hal itu?"4. Filipi 310Satu-satunya yang saya inginkan ialah supaya saya mengenal Kristus, dan mengalami kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Saya ingin turut menderita dengan Dia dan menjadi sama seperti Dia dalam hal Kisah 433Dengan kuasa yang besar, rasul-rasul itu memberi kesaksian bahwa Yesus sudah hidup kembali. Maka Allah sangat memberkati Lukas 246-7Ia tidak ada di sini. Ia sudah bangkit! Ingatlah apa yang sudah dikatakan-Nya kepadamu sewaktu Ia masih di Galilea, bahwa 'Anak Manusia harus diserahkan kepada orang berdosa, lalu disalibkan, dan pada hari yang ketiga Ia akan bangkit.'7. Filipi 28Ia merendahkan diri, dan hidup dengan taat kepada Allah sampai mati-yaitu mati Roma 834Apakah ada orang yang mau menyalahkan kita? Kristus Yesus nanti yang membela kita! Dialah yang sudah mati, atau malah Dialah yang sudah dihidupkan kembali dari kematian dan berada pada Allah di tempat yang I Korintus 614Allah sudah menghidupkan Tuhan Yesus dari kematian, begitu juga Allah akan menghidupkan kita dengan Roma 69Sebab kita tahu bahwa Kristus sudah dihidupkan dari kematian dan Ia tidak akan mati lagi; kematian sudah tidak lagi berkuasa atas Roma 834Apakah ada orang yang mau menyalahkan kita? Kristus Yesus nanti yang membela kita! Dialah yang sudah mati, atau malah Dialah yang sudah dihidupkan kembali dari kematian dan berada pada Allah di tempat yang Kisah 315Saudara-saudara membunuh Dia, padahal justru Dialah sumber hidup untuk semua orang. Dan Allah sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian. Kami sudah menyaksikan sendiri hal Yohanes 3 16Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan Roma 109Sebab kalau Saudara mengaku dengan mulutmu bahwa "Yesus itu Tuhan", dan Saudara percaya dalam hatimu bahwa Allah sudah menghidupkan Yesus dari kematian, maka Saudara akan Wahyu 1 17-18Ketika saya melihat-Nya, saya tersungkur di depan-Nya seperti orang mati. Tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya pada saya lalu berkata, "Jangan takut! Akulah yang pertama dan yang Dia yang hidup! Aku sudah mati, tetapi lihatlah, Aku hidup untuk selama-lamanya. Aku berkuasa atas kematian, dan atas dunia orang Kolose 113-14Ia sudah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang Anak-Nya itu kita dibebaskan; berarti dosa-dosa kita sudah I Korintus 118Sebab bagi orang-orang yang menuju kebinasaan, berita tentang kematian Kristus pada salib merupakan omong kosong. Tetapi, bagi kita yang diselamatkan oleh Allah, berita itu merupakan caranya Allah menunjukkan II Korintus 517Orang yang sudah bersatu dengan Kristus, menjadi manusia baru sama sekali. Yang lama sudah tidak ada lagi-semuanya sudah menjadi I Petrus 224Kristus sendiri memikul dosa-dosa kita pada diri-Nya di atas kayu salib, supaya kita bebas dari kekuasaan dosa, dan hidup menurut kemauan Allah. Luka-luka Kristuslah yang menyembuhkan Efesus 120yang dipakai-Nya ketika menghidupkan kembali Kristus dari kematian dan memberikan kepada-Nya kedudukan tertinggi bersama-sama Allah di Roma 811Kalau Roh Allah, yang menghidupkan Kristus dari kematian, hidup di dalam dirimu, maka Ia yang menghidupkan Kristus dari kematian itu, akan menghidupkan juga badanmu yang dapat mati itu. Ia melakukan itu dengan Roh-Nya yang hidup di I Korintus 1520Tetapi nyatanya Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian. Inilah jaminan bahwa orang-orang yang sudah mati akan dihidupkan Yehezkiel 4521Pada tanggal empat belas bulan satu, kamu harus merayakan Pesta Paskah. Tujuh hari lamanya semua orang harus makan roti yang tidak Efesus 432Hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain, dan saling mengampuni sama seperti Allah pun mengampuni kalian melalui Yohanes 2029Maka Yesus berkata kepadanya, "Engkau percaya karena sudah melihat Aku, bukan? Berbahagialah orang yang percaya meskipun tidak melihat Aku!"26. Yohanes 146Yesus menjawab, "Akulah jalan untuk mengenal Allah dan mendapat hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Markus 165-6Lalu mereka masuk ke dalam kuburan itu. Di dalamnya di sebelah kanan, mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih sedang duduk, dan mereka muda itu berkata, "Jangan takut! Saya tahu kalian mencari Yesus orang Nazaret yang sudah disalibkan. Ia tidak ada di sini. Ia sudah bangkit! Lihat saja, ini tempat mereka membaringkan Lukas 923Kemudian Yesus berkata kepada semua orang yang ada di situ, "Orang yang mau mengikuti Aku, harus melupakan kepentingannya sendiri, memikul salibnya tiap-tiap hari, dan terus mengikuti Ibrani 12 2Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan I Korintus 118Sebab bagi orang-orang yang menuju kebinasaan, berita tentang kematian Kristus pada salib merupakan omong kosong. Tetapi, bagi kita yang diselamatkan oleh Allah, berita itu merupakan caranya Allah menunjukkan itulah kumpulan ayat-ayat Alkitab tentang Paskah yang membahas tentang kebangkitan Yesus. Semoga bermanfaat ya, detikers! Simak Video "Unik! Perayaan Paskah di Jembrana Diiringi Musik Bali" [GambasVideo 20detik] urw/edr AyatHafalan - Ayo Renungkan Mulutmu Harimaumu adalah sebuah peribahasa Indonesia yang cukup terkenal. Peribahasa ini memiliki arti bahwa segala perkataan yang diucapkan apabila tidak dipikirkan dahulu dapat merugikan diri sendiri. Maka itu kita harus berpikir dahulu sebelum berkata-kata. Mulutmu harimaumu adalah ungkapan yang sering kita dengar/lihat dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang kata-kata ini dianggap berkonotasi negatif, seolah-olah hanya dikaitkan dengan sesuatu yang berbahaya. Keselamatan manusia terletak kepada bagaimana mereka memelihara mulut mereka. Demikian kurang lebih makna ungkapan tersebut. Makna ini tidak salah, walau sebenarnya bisa lebih luas. Bisa saja ungkapan itu bermakna bahwa kata-kata yang kamu ucapkan atau pesan yang kamu tulis dapat menjadi sesuatu yang luar biasa karena dapat memiliki kekuatan yang dahsyat. Banyak kata-kata yang diungkapkan memiliki kekuatan yang luar biasa, sekuat “harimauâ€. Lebih jauh, bisa juga ungkapan itu bermakna bahwa sehat dan tidaknya tubuh manusia sangat ditentukan oleh apa yang dimakan serta diminum. Lagi-lagi ada urusan dengan mulut. Ungkapan mulutmu harimaumu sering sekali dikaitkan dengan peringatan supaya manusia menjaga perkataan yang diucapkan. Ketika tidak berhati-hati mengucapkan atau menyampaikan sesuatu, maka akibatnya akan kembali kepada dirinya. Seringkali akibat sebuah perkataan termasuk tulisan, sesuatu menjadi runyam. Misalnya, karena tersinggung akibat satu perkataan, seseorang bisa saja marah besar. Bahkan yang lebih serius lagi, boleh jadi seseorang dilaporkan ke pihak yang berwajib karena kemarahan serta ketersinggungan akibat ujaran yang disampaikan. Karena itulah menjaga dan merawat perkataan, termasuk di dalamnya tulisan, merupakan kewajiban bagi semua agar tidak ada kesalahpahaman serta ketersinggungan di antara sesama. Apalagi bagi seorang yang sedang mendapat amanah memimpin, tugas merawat dan menjaga ungkapan tertentu harus lebih diperhatikan. Ungkapan/pernyataan atau apa pun namanya yang diucapkan oleh seorang yang sedang mendapat amanah, akan lebih luas serta lebih kuat dampaknya dibanding yang disampaikan oleh orang yang tidak sedang mendapat amanah. Makna lebih luas ungkapan mulutmu harimaumu bisa juga berkonotasi positif ketika kata-kata yang diucapkan penuh arti serta tidak mengandung kebohongan, dapat dipertanggungjawabkan dan betul-betul sesuai antara perkataan dan kenyataan. Dalam hal seperti ini, ungkapan yang disampaikan akan mempunyai kekuatan yang luar biasa bagaikan kekuatan seekor harimau. Sering dalam kehidupan, kita mengetahui ungkapan yang dapat memompa semangat serta berkekuatan luar biasa. Seperti halnya yang berkonotasi negatif, ketika ungkapan yang bekonotasi positif ini diucapkan oleh seorang tokoh, maka kekuatannya akan dahsyat. Bayangkan kalau seorang pimpinan selalu mengeluarkan kata-kata indah dan jujur, dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai antara penyataan dan kenyataan, maka kekuatannya akan luar biasa. Ungkapan yang seperti itu akan membuat orang yang mendengar patuh kalau diperintah, percaya bila diberi janji, dan hormat pada orangnya karena mereka tahu bahwa kata-katanya penuh arti dan benar adanya. Kita semua tentu ingat bagaimana isi pidato Bung Tomo saat membakar semangat rakyat Surabaya ketika diancam oleh sekutu pada tahun 1945. Kata-kata beliau membuat siapa pun saat itu berani melawan penjajah yang mempunyai kekuatan lebih dibanding rakyat Surabaya. Berikut kutipan yang diucapkannya. …â€kita tunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati  Mendengar seruan tersebut, rakyat Surabaya terpompa motivasinya serta mereka yakin bahwa pilihan mereka hanya satu “merdeka atau matiâ€. Inilah kekuatan sebuah ungkapan. Bahkan kekuatan perkataan juga menyentuh ranah agama, seperti ucapan pada acara pernikahan “saya terima nikahnya XY binti XX dengan maskawin berupa AA dibayar tunaiâ€. Ada kekuatan hukum agama dan pemerintahan dalam kalimat ini. Ungkapan tersebut telah mengubah status laki-laki dan wanita yang belum menikah menjadi suami istri. Begitu kuat dampak ucapan tersebut sehingga mengubah sesuatu yang haram bisa menjadi halal. Kalau yang dipaparkan terdahulu adalah perkataan yang terkait dengan orang lain, ungkapan mulutmu harimaumu juga dapat dikonotasikan kepada hal yang amat pribadi. Ungkapan tersebut bisa bermakna bahwa sehat tidaknya seseorang sangat tergantung kepada bagaimana dia memelihara mulutnya dari makanan dan minuman. Jagalah agar apa yang dimakan/diminum sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan. Ketika mereka bisa mengonsumsi makanan/minuman yang baik dan bergizi dalam istilah agamanya halal dan tayyib, maka insyaallah badan akan sehat. Namun sebaliknya, apabila manusia tidak menjaga mulut dan membiarkan semua makanan/minuman masuk seenaknya, maka tinggal menunggu saat-saat ada masalah dalam tubuh. Dalam keadaan seperti ini, bisa saja kolesterol, asam urat, gula dalam darah, serta tekanan darah semuanya tinggi, melewati ambang batas normal. Kalau semua itu terjadi, suatu tanda keadaan tubuh kita kurang begitu fit, bahkan bisa tergolong sakit. Mulutnya akan menjadi pembunuh harimau bagi dirimu. Adalah benar bahwa keselamatan manusia sangat ditentukan oleh bagaimana mereka menjaga mulut dari perkataan dan makanan/minuman. Ketika mampu menjaga dan merawat perkataan yang baik dan benar, maka ungkapan yang diucapkan akan berkekuatan seperti kekuatan harimau. Namun sebaliknya, ketika pernyataannya menyakitkan apalagi bohong karena janji-janji yang disampaikan diingkari, juga akan berkekuatan seperti harimau yang siap memangsanya. Demikian pula sehat tidaknya tubuh manusia sangat ditentukan oleh makanan/minuman yang dikonsumsi. Semakin bagus mengatur makanan/minuman yang dikonsumsi, maka kemungkinan besar tubuhnya akan semakin sehat, demikian juga sebaliknya. Semoga semua mampu tidak mengeluarkan perkataan yang menyakitkan dan tidak mengonsumsi makanan/minuman yang membahayakan tubuh. Demikian pula, semoga kita diberi petunjuk untuk selalu mengungkapkan perkataan yang baik, benar, dan bermanfaat, serta mengonsumsi makanan/minuman yang baik dan bergizi. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, mulutmu harimaumu. *Anggota Keris CLS dan Guru Besar Applied Linguistik di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Mulutmu harimaumu adalah ungkapan yang sering kita dengar/lihat dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang kata-kata ini dianggap berkonotasi negatif, seolah-olah hanya dikaitkan dengan sesuatu yang berbahaya. Keselamatan manusia terletak kepada bagaimana mereka memelihara mulut mereka. Demikian kurang lebih makna ungkapan tersebut. Makna ini tidak salah, walau sebenarnya bisa lebih luas. Bisa saja ungkapan itu bermakna bahwa kata-kata yang kamu ucapkan atau pesan yang kamu tulis dapat menjadi sesuatu yang luar biasa karena dapat memiliki kekuatan yang dahsyat. Banyak kata-kata yang diungkapkan memiliki kekuatan yang luar biasa, sekuat “harimauâ€. Lebih jauh, bisa juga ungkapan itu bermakna bahwa sehat dan tidaknya tubuh manusia sangat ditentukan oleh apa yang dimakan serta diminum. Lagi-lagi ada urusan dengan mulut. Ungkapan mulutmu harimaumu sering sekali dikaitkan dengan peringatan supaya manusia menjaga perkataan yang diucapkan. Ketika tidak berhati-hati mengucapkan atau menyampaikan sesuatu, maka akibatnya akan kembali kepada dirinya. Seringkali akibat sebuah perkataan termasuk tulisan, sesuatu menjadi runyam. Misalnya, karena tersinggung akibat satu perkataan, seseorang bisa saja marah besar. Bahkan yang lebih serius lagi, boleh jadi seseorang dilaporkan ke pihak yang berwajib karena kemarahan serta ketersinggungan akibat ujaran yang disampaikan. Karena itulah menjaga dan merawat perkataan, termasuk di dalamnya tulisan, merupakan kewajiban bagi semua agar tidak ada kesalahpahaman serta ketersinggungan di antara sesama. Apalagi bagi seorang yang sedang mendapat amanah memimpin, tugas merawat dan menjaga ungkapan tertentu harus lebih diperhatikan. Ungkapan/pernyataan atau apa pun namanya yang diucapkan oleh seorang yang sedang mendapat amanah, akan lebih luas serta lebih kuat dampaknya dibanding yang disampaikan oleh orang yang tidak sedang mendapat amanah. Makna lebih luas ungkapan mulutmu harimaumu bisa juga berkonotasi positif ketika kata-kata yang diucapkan penuh arti serta tidak mengandung kebohongan, dapat dipertanggungjawabkan dan betul-betul sesuai antara perkataan dan kenyataan. Dalam hal seperti ini, ungkapan yang disampaikan akan mempunyai kekuatan yang luar biasa bagaikan kekuatan seekor harimau. Sering dalam kehidupan, kita mengetahui ungkapan yang dapat memompa semangat serta berkekuatan luar biasa. Seperti halnya yang berkonotasi negatif, ketika ungkapan yang bekonotasi positif ini diucapkan oleh seorang tokoh, maka kekuatannya akan dahsyat. Bayangkan kalau seorang pimpinan selalu mengeluarkan kata-kata indah dan jujur, dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai antara penyataan dan kenyataan, maka kekuatannya akan luar biasa. Ungkapan yang seperti itu akan membuat orang yang mendengar patuh kalau diperintah, percaya bila diberi janji, dan hormat pada orangnya karena mereka tahu bahwa kata-katanya penuh arti dan benar adanya. Kita semua tentu ingat bagaimana isi pidato Bung Tomo saat membakar semangat rakyat Surabaya ketika diancam oleh sekutu pada tahun 1945. Kata-kata beliau membuat siapa pun saat itu berani melawan penjajah yang mempunyai kekuatan lebih dibanding rakyat Surabaya. Berikut kutipan yang diucapkannya. …â€kita tunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati  Mendengar seruan tersebut, rakyat Surabaya terpompa motivasinya serta mereka yakin bahwa pilihan mereka hanya satu “merdeka atau matiâ€. Inilah kekuatan sebuah ungkapan. Bahkan kekuatan perkataan juga menyentuh ranah agama, seperti ucapan pada acara pernikahan “saya terima nikahnya XY binti XX dengan maskawin berupa AA dibayar tunaiâ€. Ada kekuatan hukum agama dan pemerintahan dalam kalimat ini. Ungkapan tersebut telah mengubah status laki-laki dan wanita yang belum menikah menjadi suami istri. Begitu kuat dampak ucapan tersebut sehingga mengubah sesuatu yang haram bisa menjadi halal. Kalau yang dipaparkan terdahulu adalah perkataan yang terkait dengan orang lain, ungkapan mulutmu harimaumu juga dapat dikonotasikan kepada hal yang amat pribadi. Ungkapan tersebut bisa bermakna bahwa sehat tidaknya seseorang sangat tergantung kepada bagaimana dia memelihara mulutnya dari makanan dan minuman. Jagalah agar apa yang dimakan/diminum sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan. Ketika mereka bisa mengonsumsi makanan/minuman yang baik dan bergizi dalam istilah agamanya halal dan tayyib, maka insyaallah badan akan sehat. Namun sebaliknya, apabila manusia tidak menjaga mulut dan membiarkan semua makanan/minuman masuk seenaknya, maka tinggal menunggu saat-saat ada masalah dalam tubuh. Dalam keadaan seperti ini, bisa saja kolesterol, asam urat, gula dalam darah, serta tekanan darah semuanya tinggi, melewati ambang batas normal. Kalau semua itu terjadi, suatu tanda keadaan tubuh kita kurang begitu fit, bahkan bisa tergolong sakit. Mulutnya akan menjadi pembunuh harimau bagi dirimu. Adalah benar bahwa keselamatan manusia sangat ditentukan oleh bagaimana mereka menjaga mulut dari perkataan dan makanan/minuman. Ketika mampu menjaga dan merawat perkataan yang baik dan benar, maka ungkapan yang diucapkan akan berkekuatan seperti kekuatan harimau. Namun sebaliknya, ketika pernyataannya menyakitkan apalagi bohong karena janji-janji yang disampaikan diingkari, juga akan berkekuatan seperti harimau yang siap memangsanya. Demikian pula sehat tidaknya tubuh manusia sangat ditentukan oleh makanan/minuman yang dikonsumsi. Semakin bagus mengatur makanan/minuman yang dikonsumsi, maka kemungkinan besar tubuhnya akan semakin sehat, demikian juga sebaliknya. Semoga semua mampu tidak mengeluarkan perkataan yang menyakitkan dan tidak mengonsumsi makanan/minuman yang membahayakan tubuh. Demikian pula, semoga kita diberi petunjuk untuk selalu mengungkapkan perkataan yang baik, benar, dan bermanfaat, serta mengonsumsi makanan/minuman yang baik dan bergizi. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, mulutmu harimaumu. *Anggota Keris CLS dan Guru Besar Applied Linguistik di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Mulutmu harimaumu adalah ungkapan yang sering kita dengar/lihat dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang kata-kata ini dianggap berkonotasi negatif, seolah-olah hanya dikaitkan dengan sesuatu yang berbahaya. Keselamatan manusia terletak kepada bagaimana mereka memelihara mulut mereka. Demikian kurang lebih makna ungkapan tersebut. Makna ini tidak salah, walau sebenarnya bisa lebih luas. Bisa saja ungkapan itu bermakna bahwa kata-kata yang kamu ucapkan atau pesan yang kamu tulis dapat menjadi sesuatu yang luar biasa karena dapat memiliki kekuatan yang dahsyat. Banyak kata-kata yang diungkapkan memiliki kekuatan yang luar biasa, sekuat “harimauâ€. Lebih jauh, bisa juga ungkapan itu bermakna bahwa sehat dan tidaknya tubuh manusia sangat ditentukan oleh apa yang dimakan serta diminum. Lagi-lagi ada urusan dengan mulut. Ungkapan mulutmu harimaumu sering sekali dikaitkan dengan peringatan supaya manusia menjaga perkataan yang diucapkan. Ketika tidak berhati-hati mengucapkan atau menyampaikan sesuatu, maka akibatnya akan kembali kepada dirinya. Seringkali akibat sebuah perkataan termasuk tulisan, sesuatu menjadi runyam. Misalnya, karena tersinggung akibat satu perkataan, seseorang bisa saja marah besar. Bahkan yang lebih serius lagi, boleh jadi seseorang dilaporkan ke pihak yang berwajib karena kemarahan serta ketersinggungan akibat ujaran yang disampaikan. Karena itulah menjaga dan merawat perkataan, termasuk di dalamnya tulisan, merupakan kewajiban bagi semua agar tidak ada kesalahpahaman serta ketersinggungan di antara sesama. Apalagi bagi seorang yang sedang mendapat amanah memimpin, tugas merawat dan menjaga ungkapan tertentu harus lebih diperhatikan. Ungkapan/pernyataan atau apa pun namanya yang diucapkan oleh seorang yang sedang mendapat amanah, akan lebih luas serta lebih kuat dampaknya dibanding yang disampaikan oleh orang yang tidak sedang mendapat amanah. Makna lebih luas ungkapan mulutmu harimaumu bisa juga berkonotasi positif ketika kata-kata yang diucapkan penuh arti serta tidak mengandung kebohongan, dapat dipertanggungjawabkan dan betul-betul sesuai antara perkataan dan kenyataan. Dalam hal seperti ini, ungkapan yang disampaikan akan mempunyai kekuatan yang luar biasa bagaikan kekuatan seekor harimau. Sering dalam kehidupan, kita mengetahui ungkapan yang dapat memompa semangat serta berkekuatan luar biasa. Seperti halnya yang berkonotasi negatif, ketika ungkapan yang bekonotasi positif ini diucapkan oleh seorang tokoh, maka kekuatannya akan dahsyat. Bayangkan kalau seorang pimpinan selalu mengeluarkan kata-kata indah dan jujur, dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai antara penyataan dan kenyataan, maka kekuatannya akan luar biasa. Ungkapan yang seperti itu akan membuat orang yang mendengar patuh kalau diperintah, percaya bila diberi janji, dan hormat pada orangnya karena mereka tahu bahwa kata-katanya penuh arti dan benar adanya. Kita semua tentu ingat bagaimana isi pidato Bung Tomo saat membakar semangat rakyat Surabaya ketika diancam oleh sekutu pada tahun 1945. Kata-kata beliau membuat siapa pun saat itu berani melawan penjajah yang mempunyai kekuatan lebih dibanding rakyat Surabaya. Berikut kutipan yang diucapkannya. …â€kita tunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati  Mendengar seruan tersebut, rakyat Surabaya terpompa motivasinya serta mereka yakin bahwa pilihan mereka hanya satu “merdeka atau matiâ€. Inilah kekuatan sebuah ungkapan. Bahkan kekuatan perkataan juga menyentuh ranah agama, seperti ucapan pada acara pernikahan “saya terima nikahnya XY binti XX dengan maskawin berupa AA dibayar tunaiâ€. Ada kekuatan hukum agama dan pemerintahan dalam kalimat ini. Ungkapan tersebut telah mengubah status laki-laki dan wanita yang belum menikah menjadi suami istri. Begitu kuat dampak ucapan tersebut sehingga mengubah sesuatu yang haram bisa menjadi halal. Kalau yang dipaparkan terdahulu adalah perkataan yang terkait dengan orang lain, ungkapan mulutmu harimaumu juga dapat dikonotasikan kepada hal yang amat pribadi. Ungkapan tersebut bisa bermakna bahwa sehat tidaknya seseorang sangat tergantung kepada bagaimana dia memelihara mulutnya dari makanan dan minuman. Jagalah agar apa yang dimakan/diminum sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan. Ketika mereka bisa mengonsumsi makanan/minuman yang baik dan bergizi dalam istilah agamanya halal dan tayyib, maka insyaallah badan akan sehat. Namun sebaliknya, apabila manusia tidak menjaga mulut dan membiarkan semua makanan/minuman masuk seenaknya, maka tinggal menunggu saat-saat ada masalah dalam tubuh. Dalam keadaan seperti ini, bisa saja kolesterol, asam urat, gula dalam darah, serta tekanan darah semuanya tinggi, melewati ambang batas normal. Kalau semua itu terjadi, suatu tanda keadaan tubuh kita kurang begitu fit, bahkan bisa tergolong sakit. Mulutnya akan menjadi pembunuh harimau bagi dirimu. Adalah benar bahwa keselamatan manusia sangat ditentukan oleh bagaimana mereka menjaga mulut dari perkataan dan makanan/minuman. Ketika mampu menjaga dan merawat perkataan yang baik dan benar, maka ungkapan yang diucapkan akan berkekuatan seperti kekuatan harimau. Namun sebaliknya, ketika pernyataannya menyakitkan apalagi bohong karena janji-janji yang disampaikan diingkari, juga akan berkekuatan seperti harimau yang siap memangsanya. Demikian pula sehat tidaknya tubuh manusia sangat ditentukan oleh makanan/minuman yang dikonsumsi. Semakin bagus mengatur makanan/minuman yang dikonsumsi, maka kemungkinan besar tubuhnya akan semakin sehat, demikian juga sebaliknya. Semoga semua mampu tidak mengeluarkan perkataan yang menyakitkan dan tidak mengonsumsi makanan/minuman yang membahayakan tubuh. Demikian pula, semoga kita diberi petunjuk untuk selalu mengungkapkan perkataan yang baik, benar, dan bermanfaat, serta mengonsumsi makanan/minuman yang baik dan bergizi. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, mulutmu harimaumu. *Anggota Keris CLS dan Guru Besar Applied Linguistik di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember.
Mulutmuadalah harimaumu! By alfian - Posted on February 11th, 2009. Tagged: lidah. mulut. Caci Maki Berujung Maut. (Kompas, 9 Februari 20). Tak tahan dan sakit hati karena sering dicaci maki dengan kata-kata kotor oleh isterinya, seorang suami tega mendalangi pembunuhan isterinya tersebut. Peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres Cilegon
Katakata yang keluar dari mulut kita ibarat harimau: sangat berkuasa. Ucapan hakim di pengadilan bisa menentukan hidup matinya seorang terdakwa. Ucapan seorang pejabat bisa memengaruhi nasib rakyat. Ucapan pengusaha pada rekannya dapat membuat transaksi bisnis jadi atau batal.
Hasilpencarian 1 - 20 dari 87 ayat untuk mulutmu [Pencarian Tepat] [Semua Versi Bahasa Indonesia] (0.001 detik) dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu. (0.61) Yl 1:5: Bangunlah, hai pemabuk 1 , dan menangislah! Merataplah, hai semua peminum anggur l karena anggur baru, sebab sudah dirampas m dari mulutmu anggur itu! (0.58) Mzm
- Դεሑо δинո εтвуξε
- Чሿ аናаброхо
- Ечэηոσе ктየρու идፃбрըզок юц
- ጣ ехицу а лաчω
- А ረгቬ οзвոрοጩ